Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Kualitas Makanan Bergizi Gratis Dipertanyakan, Belatung Muncul di Menu Siswa SDN Cisarandi 1

140
×

Kualitas Makanan Bergizi Gratis Dipertanyakan, Belatung Muncul di Menu Siswa SDN Cisarandi 1

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Kontroversi melanda Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Cisarandi 1, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Menu makan siang yang seharusnya menjadi solusi gizi bagi siswa, malah memunculkan kekhawatiran setelah ditemukan belatung pada salah satu menu.

Pada Selasa (7/4/2026), sejumlah siswa SDN Cisarandi 1 menerima menu MBG yang terdiri dari nasi putih, tumis kacang, jagung bercampur wortel, dan goreng telur ayam. Namun, ketika makanan tersebut disajikan, beberapa orang tua siswa menemukan adanya belatung hidup pada telur ayam goreng. Penemuan ini tentu saja membuat anak-anak sangat jijik dan takut, sehingga mereka menolak untuk mengkonsumsi makanan tersebut.

Baca juga :  Pengadaan Motor Listrik untuk Program MBG Tuai Polemik Kejanggalan

“Anak-anak sangat jijik dan takut melihatnya,” ujar Didan, salah satu wali murid SDN Cisarandi 1. Ia menambahkan bahwa menu yang terkontaminasi belatung langsung dipisahkan dan tidak dikonsumsi oleh siswa. “Kami sangat khawatir tentang kualitas makanan yang disajikan, karena ini bukan hanya tentang gizi, tapi juga tentang kesehatan anak-anak,” tambahnya.

Pihak SPPG Cisarandi 2, yang bertanggung jawab atas penyediaan menu MBG, membantah tudingan bahwa telur caplok (telur busuk) digunakan dalam menu tersebut. “Kami pastikan tidak ada telur caplok dalam menu hari ini, dan kami telah melakukan pengecekan kualitas bahan makanan sebelum disajikan,” kata asisten SPPG Cisarandi 2.

Baca juga :  Alasan Ribuan Dapur MBG disetop, Kepala BGN: Dari SLHS Hingga Menu Tak Layak

Kejadian ini memunculkan pertanyaan tentang kualitas dan pengawasan program MBG di Cianjur. Pihak sekolah dan dinas terkait diharapkan dapat menginvestigasi dan mengambil langkah untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. “Kami berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan pengawasan dan kontrol kualitas makanan di sekolah-sekolah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” kata Didan.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur telah berjanji untuk menginvestigasi kasus ini dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan kualitas makanan di sekolah-sekolah. “Kami akan melakukan pengecekan dan pengawasan lebih ketat untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada siswa aman dan bergizi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.

Baca juga :  Ribuan SPPG Ditutup Sementara oleh BGN, Ini Penyebabnya
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!