Dpnews Indonesia || Cianjur – Wahyu Perdián, menyerahkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan untuk warga binaan di Lapas Kelas IIB Cianjur. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati kepada Kepala Lapas, Eris Ramdani secara simbolis, di ruang Lapas Kelas IIB Cianjur pada Senin, 21 Juli 2025.
Selain penyerahan obat-obatan, juga disediakan pemeriksaan kesehatan untuk warga binaan. Bupati Wahyu Perdián menyatakan bahwa pemerintah mendukung kesehatan warga masyarakat, termasuk yang berada di dalam lapas.
“Kita mendukung kesehatan warga masyarakat termasuk yang di dalam lapas, kita memberikan obat-obatan dan juga alat-alat kesehatan untuk warta lapas,”
Bupati Wahyu Perdián menemukan beberapa penyakit di dalam lapas, seperti rabies, batuk pilek (flu), rematik, gula tinggi, dan berjamur.
“Tadi kita temukan penyakitnya rabies, batuk pilek ( flu) rematik, gula tinggi dan berjamur,” kata Wahyu.
Namun menurut wahyu Obat-obatan untuk penyakit tersebut telah disediakan.
“Obat obatnya sudah kita sediakan,” singkatnya.
Selain itu Bupati memberikan masukan kepada warga binaan untuk menjaga kebersihan diri dan tidak membiarkan penyakit. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Lapas karena telah menyediakan ruangan khusus untuk penderita TBC.
“Masukan untuk warga binaan masing masing, sama halnya dengan sampah, kita harus jaga kebersihan diri kita, jangan sampai malas mandi, kalau ada gatal sedikit jangan abaikan. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Kalapas sudah memberikan ruangan khusus untuk penderita TBC karena TBC ini tingkat penularannya cukup tinggi, sehingga dengan melokalisir itu menghindari penularan termasuk juga mempermudah pemantauan pengobatan,” jelas Bupati.
Di waktu yang sama, Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Eri Ramdani, juga memberikan komentar terkait bantuan yang diberikan oleh Bupati Cianjur.
“Alhamdulillah, bantuan obat-obatan dan alat kesehatan ini sangat membantu, terutama karena keterbatasan anggaran kami. baru pertama kali kami menerima bantuan seperti ini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa jumlah warga binaan di Lapas Cianjur saat ini mencapai 788 orang.
“Warga binaan saat ini sudah mencapai 788 orang dan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah obat rabies, flu, dan batuk. Selain itu, kami juga telah menjalankan program edukasi dan pemenuhan pangan, dengan mewajibkan 5 persen bahan makanan masuk dari mitra binaan, yang sudah berjalan selama tiga bulan,” tutup Kalapas.











