Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

PMI Asal Cirebon Terjebak dan Terancam Dikurung di Arab Saudi Diduga Jadi Korban TPPO

307
×

PMI Asal Cirebon Terjebak dan Terancam Dikurung di Arab Saudi Diduga Jadi Korban TPPO

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Cirebon – Jeritan minta tolong datang dari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Yonah, warga Desa Luwung, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Niat mulia untuk mengubah nasib keluarga di tanah suci kini berubah menjadi mimpi buruk setelah dirinya diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Arab Saudi.

Melalui saluran komunikasi darurat ke Posko Pengaduan DpNews Indonesia, Yonah memohon agar pihak berwenang segera mengupayakan kepulangannya ke tanah air, karena kondisi wanita kelahiran 1995 itu saat ini sangat memprihatinkan, selain kesehatan yang terus menurun, ia dipaksa bekerja melampaui batas kemampuannya.

Baca juga :  BTN JAKIM 2026 Digelar 13-14 Juni, Sejumlah Ruas Jalan Direkayasa Lalu Lintas

​​Berdasarkan pengakuan Yonah, tekanan tidak hanya datang dari beban kerja, tetapi juga dari intimidasi pihak atasan. Seorang supervisor berinisial NR dilaporkan terus memaksa Yonah untuk bekerja meskipun kondisinya sedang sakit.

​”Saya diancam akan dikurung oleh NR kalau tidak mau bekerja atau kalau terus meminta pulang ke Syarikah (perusahaan),” ungkap Yonah dalam pesan penuh keputusasaan.

Baca juga :  KPK Imbau Nyumarno Anggota DPRD Bekasi Penuhi Panggilan di Kasus Dugaan Suap Ijon Proyek

​Yonah pun mengaku telah mencoba berbagai langkah untuk mendapatkan pertolongan, termasuk berkomunikasi dengan pihak pemroses yang memberangkatkannya dari Indonesia.

Namun, hingga kini upaya tersebut sia-sia. Pihak pemroses terkesan menutup mata dan telinga atas penderitaan yang dialaminya di negara penempatan.

Baca juga :  Mutasi TNI AD: Letjen Iwan Setiawan Resmi Jabat Pangkostrad, Letjen Tri Budi Utomo Jadi Wakil KSAD

​Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa Yonah merupakan salah satu korban jaringan TPPO yang memanfaatkan celah prosedur pemberangkatan tenaga kerja.

Di sana, Pahlawan Devisa tersebut seolah diperbudak tanpa adanya perlindungan hak asasi yang layak.

Baca juga :  Dandim 0617 Majalengka Hadiri Rapat Koordinasi dan Doa Bersama Untuk Persiapan Pemungutan Suara

​Aktivis pekerja migran DpNews Indonesia dan keluarga berharap pemerintah segera turun tangan dengan menggunakan instrumen hukum yang berlaku, yakni:

​UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
​UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Baca juga :  Bentuk Generasi Muda Tangguh, SMK PUI Majalengka Laksanakan Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika

​Yonah hanyalah satu dari sekian banyak warga negara yang berharap keadilan. Cita-citanya untuk memperbaiki taraf hidup tidak seharusnya dibayar dengan ancaman nyawa dan perbudakan modern di negeri orang.

Kini, bola panas ada di tangan pemerintah dan instansi terkait untuk segera menjemput Yonah dari jerat ketidakadilan di Arab Saudi.

Baca juga :  Peduli Terhadap Kesehatan Masyarakat, Satgas Yonif 131/BRS Berikan Layanan Kesehatan di Kampung Kali Lapar
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!