Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Orang Tua Siswa Keluhkan Dugaan Potongan Dana PIP di MI dan MTs Saisu Assibyan, Sekolah Membantah

71
×

Orang Tua Siswa Keluhkan Dugaan Potongan Dana PIP di MI dan MTs Saisu Assibyan, Sekolah Membantah

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Sejumlah orang tua siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Saisu Assibiyan di Kampung Sirta, Desa Kamurang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengeluhkan adanya pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Salah seorang warga yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, hampir seluruh penerima PIP di MI mengeluh karena ada potongan dari pihak sekolah. Dana PIP untuk jenjang MI sebesar Rp 450.000 dipotong Rp 75.000 per siswa.

Baca juga :  4 Orang Tersangka Kasus Pencurian Mobil Pickup di Sukakerta Ditangkap Sat Polres Cianjur

“Di jenjang MTs juga sama. Dari dana Rp 750.000 dipotong Rp 150.000. Selain itu, menjelang kenaikan kelas setiap siswa diminta biaya Rp 80.000. Ini yang memberatkan orang tua penerima bantuan,” ujar warga tersebut pada Selasa, 30/6/2026.

Menurutnya, alasan pemotongan disebut untuk iuran pengadaan bangku sekolah. Orang tua mengaku tidak bisa menolak karena takut.

“Yayasan ini satu satunya sekolah di sini, Kami tidak bisa apa apa kami khawatir anak kami yang tadinya dapat PIP jadi tidak dapat, kami takut dipanggil takut saja pak, namanya juga di Kampung,” katanya.

Kepala MI dan MTs Saisu Assibyan, Maman, membantah adanya pemotongan dana PIP oleh pihak sekolah. Ia menyebut dana yang masuk merupakan pemberian sukarela dari orang tua hasil musyawarah.

Baca juga :  Peraturan Daerah Sampah Cianjur Diperbarui, Denda Maksimal Naik Drastis ke 10 Juta Rupiah

“Memang ada orang tua MI yang memberikan Rp 75.000 kepada kami, dan MTs Rp 150.000. Tapi tidak semua. Ada juga yang memberi Rp 25.000. Jadi bukan kami yang memotong, tapi itu hasil kesepakatan musyawarah orang tua murid,” jelas Maman.

Ia merinci jumlah siswa saat ini sekitar 200 orang di MI dan 92 orang di MTs.

Maman juga menyayangkan keluhan orang tua yang disampaikan ke media. Ia menyebut pihak sekolah akan mengumpulkan orang tua siswa untuk mengklarifikasi.

“Kalau ada yang komplain, siapa orang tuanya, kami akan kumpulkan. Saat musyawarah semua setuju dan diam. Seharusnya kalau tidak setuju dibicarakan langsung ke kami, jangan baru bersuara setelah kejadian,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolah swasta membutuhkan dana untuk fasilitas pendidikan. “Kami akan adakan rapat agar tidak ada campur tangan pihak ketiga. Persoalan ini murni hasil musyawarah antara sekolah dan orang tua,” tandasnya.

Baca juga :  Pemdes Bobojong Salurkan BLT DD Kepada 60 KPM, Masing Masing Mendapatkan 1,2 Juta
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!