Dpnews Indonesia || Bandung Barat – Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada tahun anggaran 2025.
Kebijakan prioritas ini menuntut alokasi minimal 20 persen dari total Dana Desa (DD) untuk diinvestasikan sebagai penyertaan modal BUMDes atau lembaga ekonomi desa lainnya, khususnya untuk program ketahanan pangan.
Langkah ini diambil sebagai respons strategis untuk mewujudkan kedaulatan pangan mandiri di tingkat lokal, sekaligus mendorong BUMDes agar “Naik Kelas” dan menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 3 Tahun 2025, pemanfaatan 20% Dana Desa diarahkan pada kegiatan yang secara langsung mendukung ketahanan pangan, seperti pengembangan produk pertanian lokal, penyediaan sarana prasarana pertanian, hingga pengelolaan budidaya spesifik desa.
Hal ini sejalan dengan potensi besar BUMDes sebagai infrastruktur utama dalam perlindungan petani dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat desa.
Program tersebut kini di kebut Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat, pada periode anggaran 2025.
Kepada awak media Dpnews Indonesia pada Senin, 24/11/25, Oyat, yang menjabat sebagai ketua BUMDes Desa Jatimekar, di tengah perkebunan jagung hibrida seluas 5 hektar meyakinkan jikalau program ketahanan pangan untuk masyarakat Desa Jatimekar akan terwujud.
“Insya Allah program yang didukung masyarakat Jatimekar khususnya untuk tanam jagung unggulan akan berjalan mulus, lewat kajian para petani propesional dalam perawatan juga persiapan alat yang maksimal akan menghasilkan panen yang maksimal juga nanti,” ungkapnya.
Ketua BUMDes yang awalnya sebagai pengajar itupun menjelaskan banyak program kelanjutan dari badan usaha tersebut.
“Kita lagi terus mengembangkan program program unggulan masyarakat, diantaranya untuk peternakan dan perikanan guna berkesinambungan antara hasil produksi pertanian nanti akan diolah untuk menopang kebutuhan pokok pakan ternak guna menekan biaya pakan, demi tercapainya kesejahteraan untuk masyarakat,” pungkasnya.











