Dpnews Indonesia || Majalengka,- Direktur CV Pringgandani H. Endin Rojudin menjelaskan, seluruh tahapan pekerjaan telah dilakukan sesuai prosedur, spesifikasi teknis, dan hasil pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka.
Hal itu disampaikan kontraktor pelaksana proyek Pemeliharaan Ruas Jalan Dawuan – Majalengka senilai Rp3,9 miliar, CV Pringgandani kepada para awak media membantah tudingan LSM Gerakan Indonesia Adil Sejahtera (GIAS) yang menyebut, pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis dan dikerjakan asal-asalan.
”Kami bekerja berdasarkan dokumen kontrak, spesifikasi teknis, dan petunjuk dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Semua material sudah diuji di laboratorium dan dinyatakan layak sebelum digunakan,” paparnya melalui pesan singkat kepada Dpnews Indonesia.
Lebih lanjut Endin menjelaskan, semua material agregat dan pasir yang digunakan pada proyek jalan Dawuan–Majalengka telah melalui uji laboratorium independen sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Terkait material yang diduga tidak sesuai spesifikasi justru merupakan hasil pemadatan sementara (stock sementara) sebelum tahap finishing.
“Ada foto dokumentasi yang diambil saat proses pemadatan awal, bukan kondisi akhir. Setelahnya, material yang tidak sesuai memang kami keluarkan dan ganti dengan agregat baru hasil approval pengawas lapangan,” imbuhnya.
Terkait adanya laporan adanya kerusakan di sejumlah titik, pihaknya mengatakan, hal tersebut belum dapat disimpulkan sebagai kerusakan permanen, mengingat proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan (maintenance period).
“Kerusakan kecil seperti retakan halus atau penurunan ringan itu bagian dari proses penyesuaian struktur tanah. Kami juga tetap bertanggung jawab dan siap memperbaiki setiap bagian yang rusak tanpa biaya tambahan,” tegasnya.
Endin menambahkan, bahwa dalam dua bulan terakhir, wilayah Majalengka bagian utara diguyur hujan intensitas tinggi yang berdampak pada daya dukung tanah dasar. Kondisi tersebut kerap menjadi penyebab terjadinya depresi atau retakan minor, terutama di area padat kendaraan berat.
“Kami sudah mengantisipasi faktor cuaca, tetapi hujan ekstrem di luar prediksi bisa memengaruhi stabilitas tanah. Namun demikian, kami tetap akan melakukan monitoring di lapangan,” ujarnya.
Pihaknya juga berharap publik dan lembaga sosial kontrol lainnya tidak terburu-buru menilai sebelum ada hasil audit resmi. Maka dari komitmennya terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kualitas konstruksi, sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Majalengka Langkung Sae.
“Kami juga ingin publik tahu, bahwa pemeliharaan ini bukan proyek asal asalan. Kami bekerja sesuai arahan teknis, diawasi langsung oleh pejabat terkait, dan siap bertanggung jawab penuh selama masa pemeliharaan,” pungkasnya.











